fbpx
Sponsor Eny Setiyawati 081373365444
Bahaya Radikal Bebas Bagi Kesehatan Tubuh

Mungkin Anda sering kali mendengar, “Awas radikal bebas, nanti kena kanker ” Radikal bebas memang dikenal sebagai salah satu penyebab kanker yang utama. Tapi tahukah Anda apa itu radikal bebas, dan antioksidan sebenarnya? Seperti apa bentuknya? Dari mana asalnya? Atau, bagaimana cara radikal bebas tersebut memicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuh? Berikut penjelasannya..

 

Apa itu radikal bebas?

Radikal bebas adalah molekul yang mengandung elektron yang tidak berpasangan. Sehingga, molekul ini dapat menyumbang atau menerima elektron dari molekul lain. Hal ini membuat radikal bebas bersifat tidak stabil dan sangat reaktif. Radikal bebas mampu menyerang berbagai molekul dalam tubuh, seperti lipid, asam nukleat, dan protein sebagai target utama. Sehingga, dapat menyebabkan kerusakan sel, protein, dan DNA, serta gangguan keseimbangan dalam tubuh.

Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa radikal bebas memang meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti Alzheimer, kanker, aterosklerosis, Parkinson, dan berbagai penyakit lainnya. Radikal bebas juga berkaitan erat dengan proses penuaan dini. Radikal bebas adalah suatu atom yang bentuknya tidak sempurna, kehilangan molekul di bagian terluar, sehingga menyebabkan atom tersebut bisa mengikat atom lainnya atau bahkan malah kehilangan seluruh bagian atom.

Tubuh terdiri dari berjuta-juta sel, dan di masing-masing sel terdapat banyak molekul yang membangunnya. Setiap molekul ini berperan dalam segala fungsi sel yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Ketika sesuatu hal membuat molekul tersebut rusak, maka fungsi tubuh keseluruhan juga akan terganggu.

 

Dari mana asal radikal bebas?

Radikal bebas bisa berasal dari lingkungan sekitar, seperti paparan sinar matahari, radiasi, ozon, asap rokok, asap kendaraan, polusi udara, juga bahan kimia industry. Radikal bebas juga dibentuk oleh tubuh dari berbagai proses, termasuk berbagai metabolisme zat gizi dan hasil dari respon sistem kekebalan tubuh. Subtansi atau bahan dasar dari radikal bebas terdapat di berbagai makanan yang Anda makan, atau obat-obatan yang dikonsumsi, udara yang dihirup setiap hari, serta dari macam-macam minuman yang diminum.

 

Bagaimana radikal bebas mempengaruhi kesehatan?

Jika tidak berlebihan, maka radikal bebas yang diproduksi oleh tubuh tidak akan membahayakan bagi kesehatan. Namun karena kita terus terpapar atau mengonsumsi berbagai macam sumber yang dapat menyebabkan tubuh menghasilkan radikal bebas, maka bukan tidak mungkin radikal bebas menjadi meningkat jumlahnya. Menurut Hellosehat, reaksi kimia yang dilakukan oleh radikal bebas di dalam tubuh dapat menyebabkan membran sel rusak, dan hal ini mengakibatkan apapun mudah keluar masuk ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian, dapat menyebabkan sel bermutasi dan memicu pertumbuhan sel kanker serta tumor.

Radikal bebas yang terakumulasi agak susah untuk dihilangkan dan menimbulkan kondisi stress oksidatif. Stres oksidatif adalah keadaan di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Akibatnya intensitas proses oksidasi sel-sel tubuh normal menjadi semakin tinggi dan menimbulkan kerusakan yang lebih banyak yang menghancurkan struktur sel seperti protein, lemak, serta DNA. Jika stress oksidatif ini tidak ditangani dan dihilangkan dari tubuh maka bisa menimbulkan berbagai penyakit, seperti stroke, penyakit jantung koroner, bahkan kanker.

Contoh buah pisang yang sudah dibelah akan berubah warna dengan cepat. Daging ayam yang tidak disimpan di dalam lemari pendingin lama-kelamaan akan menjadi basi. Inilah yang dinamakan proses oksidasi.

 

Apa saja gejala radikal bebas terlalu banyak?

Berdasarkan artikel yang dimuat pada Methods of Molecular Biology, pada orang yang mengalami stress oksidatif atau memiliki radikal bebas yang terlalu banyak, tidak terdapat gejala tertentu yang terlihat. Namun, beberapa gejala yang mungkin muncul adalah kelelahan, sakit kepala, pusing, nyeri pada persendian, gangguan penglihatan, mudah sakit atau penurunan sistem kekebalan tubuh, timbul tanda-tanda penuaan pada wajah, serta penurunan kemampuan mengingat.

 

Lalu, bagaimana mencegah radikal bebas terbentuk di dalam tubuh?

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa sebenarnya radikal bebas adalah respon alami tubuh yang dilakukan untuk memetabolisme zat gizi atau respon dari sistem kekebalan tubuh. Sehingga, yang harus dilakukan untuk mencegah dampak buruk yang timbul dari radikal bebas adalah membatasi pembentukan radikal bebas. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan zat yang bisa menangkal efek radikal bebas, yaitu antioksidan.

Antioksidan adalah sebuah zat yang bisa menghambat proses kimiawi yang dilakukan oleh radikal bebas pada sel tubuh. Senyawa ini sudah dimiliki oleh tubuh dalam bentuk enzim, namun jumlahnya tidak cukup untuk melawan dampak dari radikal bebas. Oleh karena itu, diperlukan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, seperti makanan sumber vitamin C dan vitamin E, seng, dan beta-karoten, yang banyak terkandung dalam berbagai jenis buah dan sayur.

Manfaat yang didapat dari makanan bergizi bisa dimaksimalkan dengan mengkonsumsi LVN Collagen secara rutin serta paduan pola hidup sehat, seperti olahraga secara teratur, istirahat yang cukup, dan tidak merokok.

Chat Whatsapp